Jumat, 07 Agustus 2015

Gong kyai pradah

Sejarah singkat tradisi siraman Gong Kyai Pradah dari berbagai sumber. Bermula pada 1704-1709, saat penobatan Raja Kartasura Sri Susuhunan Pakubuwono I. Raja mempunyai saudara tua, Pangeran Prabu, dari istri selir, yang merasa kecewa karena bukan dia yang mendapatkan amanah menjadi raja. Kala itu timbul niat untuk mencelakakan raja, dan diketahui raja sehingga Pangeran Prabu mendapatkan hukuman membuka hutan belantara di wilayah Lodoyo. Merasa salah, Pangeran Prabu segera berangkat ke Hutan Lodoyo, bersama istrinya, Putri Wandhasari, dan pengawal setianya, Ki Amat Tariman. Mereka juga membawa pusaka bendhe, Kyai Bicak, sebagai tumbal di Hutan Lodoyo. Pangeran Prabu kemudian semedi di Hutan Pakel, Lodoyo Barat, dan pusaka gong itu dititipkan Nyi Rondo Potrosutho, dengan pesan “Setiap 1 Syawal dan 12 Maulud agar dimandikan dengan air kembang setaman,”. Air bekas memandikan gong bisa digunakan untuk obat dan kehidupan menjadi lebih tentram.

Suatu ketika, Ki Amat Tariman berpisah dengan Pangeran Prabu, dan memukul Gong Kyai Bicak tujuh kali dengan harapan pangeran datang. Namun yang datang malah sejumlah harimau buas, namun tidak menyerang dan malah menjaga Ki Amat Tariman. Sejak saat itu Gong Kyai Bicak mendapat sebutan Gong Kyai Macan atau Kyai Pradah. Hingga saat ini siraman Gong Kyai Pradah, masih tetap dilestarikan dan menjadi salah satu tujuan wisata andalan di Kabupaten Blitar. Tahun ini, siraman Gong Kyai Pradah dilaksanakan di Alun-alun Lodoyo, pada Minggu, 4 Januari 2015.


Senin, 06 Juli 2015

Umbulwaru Beach, Waterfall in Beach


Air Terjun Pantai Umbul Waru terletak di Desa Sidomulyo Kecamatan Bakung, Kabupaten Blitar, Propinsi Jawa Timur, Indonesia.

 
Air Terjun Pantai Umbul Waru dengan ketinggian ± 30 meter, merupakan salah satu air terjun di tepi pantai yang ada di Jawa Timur.

Rute dari kota Blitar ikuti petunjuk ke Tulungagung, sampai di pertigaan jembatan Kademangan belok kiri mengikuti petunjuk ke Tambakrejo. Sekitar 5 kiloan ketemu perempatan belok kanan mengikuti petunjuk ke Trisula, sekitar 3 kiloan ketemu pertigaan belok kiri mengikuti petunjuk ke Tirtogaluh. Ikuti jalan sampai di pertigaan terakhir belok kiri mengikuti petunjuk ke pantai Pangi ( jika lurus ke pantai Pasur). Ikuti arah ke desa sidomulyo, sebelum balai Desa Sidomulyo ada pos, dari sini belok kanan lalu ketemu pertigaan belok kanan dan ikuti jalan yang akan berganti jalan makadam dan melewati ladang tebu, ikuti jalan tersebut hingga terlihat laut dari atas bukit.parkirkan kendaraan anda di ladang penduduk dan di lanjut berjalan kaki  sekitar 300 meter, lalu menuruni bukit ke pantai umbul waru.




Rambut Monte, The Wonderful of Nature


Wisata Rambut Monte merupakan wisata alam yang terdapat sebuah telaga, candi, petilasan atau tempat untuk bermeditasi dan di latar belakangi dengan pemandangan yang hijau dari perkebunan teh dan sawah warga setmempat, yang terhampar sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata ini.
Wisata Rambut Monte terletak di desa Krisik, kecamatan Gandusari, kurang lebih 30 km dari kota Blitar. Candi yang terdapat di lokasi Rambut Monte ini merupakan tempat pemujaan bagi penganut agama Hindu pada jaman Kerajaan Majapahit. Di bawah candi terdapat sebuah telaga yang dihuni oleh ikan, yang oleh warga sekitar di sebut dengan Ikan Dewa.

Di pinggiran telaga disediakan sebuah gazebo untuk beristirahat dan menikmati keindahan alam di sekitar telaga. Keindahan lokasi Rambut Monte ini kian bertambah dengan pantulan warna air dalam danau yang jernih kehijauan dan cenderung ke toska. Pengunjung tidak diperbolehkan untuk berenang di area telaga yang berisi ikan Dewa, tetapi terdapat kolam tersendiri untuk pengunjung berenang menikmati hijaunya alam di Rambut Monte.
sumber: http://www.eastjava.com/tourism/blitar/ina/rambutmonte-temple.html

Penataran Temple, The Great Treasure


Berdiri megah di sebelah utara Blitar. Sebuah maha karya adi luhung peninggalan dari tiga kerajaan besar di Nusantara. Candi Penataran atau disebut juga Candi Palah merupakan warisan budaya yang teramat luar biasa dan menjadi landmark bagi dunia pariwisata di Kabupaten Blitar. Meski terletak di Desa Penataran Kecamatan Ngleggok yang notabene jauh dari pusat kota maupun pusat kabupaten, tidak lantas membuat candi ini luput dari perhatian Pemerintah. Sebagai komplek percandian terlengkap di Jawa Timur, Candi Penataran memperoleh perhatian yang istimewa dari Pemda Blitar. Berbagai sarana pendukung telah dibangun, dan keberadaanya juga diintegrasikan dengan beberapa obyek wisata lainnya seperti Kolam Renang Penataran dan Museum Penataran.

Candi Penataran didirikan pada masa pemerintahan Raja Srengga dari Kerajaan Kadhiri. Hal ini termaktub dalam prasasti yang terletak dikomplek Candi Penataran. Meskipun kemudian Kerajaan Kadhiri runtuh, tapi pembangunan candi ini terus dilanjutkan oleh kerajaan-kerajaan selanjutnya yakni Kerajaan Singosari dan Majapahit. Fakta sejarah ini menunjukkan betapa pentingnya keberadaan Candi Penataran bagi kerajaan-kerajaan tersebut. Oleh karena itu tidak heran jika kini Candi Penataran didaulat sebagai landmark pariwisata di Kabupaten Blitar.

Sumber: https://travellers2009.wordpress.com/2014/07/29/daftar-tempat-wisata-di-blitar/